Ibuku selalu menangis karna aku!! Aku tidak bermaksud.

 Chapter 1.

Malam ini aku melihat ibuku tertidur sengaja membelakangiku. Aku tau Ibu merasa sedih karna sikapku. Aku begitu cuek dan ketus, tidak dapat berkata dengan baik. Sehingga, membuat Ibu selalu merasa tersakiti dari apapun kalimat yang keluar dari mulutku. Aku tidak bermaksud begitu, aku hanya tidak tau harus bersikap bagaimana di depan ibu. Aku selalu merasa tidak nyaman dan terintimidasi. Banyak sekali hal yang terjadi di hidupku secara tiba tiba dan aku juga merasa banyak perubahan yang tidak bisa aku terjemahkan dengan sikapku. Aku kini sudah berumur 24 tahun bulan februari nanti, anak gadis yang dewasa secara fisik namun tidak untuk pikirannya, masih seperti anak kecil. 

Aku tinggal dirumah Ayah tiri ku, rumah yang cukup mewah, dan cukup luas. Ibuku menikah dengan ayah tiri ku tahun 2016 lalu. Jadi aku tinggal dirumah ini, dan tidak terlalu dekat dengan ayah tiri ataupun Ibu kandungku. Karna sejak aku berumur 30 hari hingga aku beranjak dewasa di usia 18  tahun di th 2016, ibuku pergi ke Kuwait untuk menjadi TKW. Sudah lama sekali aku tidak tau apa itu Ibu dan bagaimana rasanya memiliki Ibu. Itu adalah impianku secak aku kecil. Namun, setelah 18th ibuku baru pulang, dan Ibuku menikahi ayah tiriku. Aku menjadi semakin tidak tau apa itu orang tua. 

Ayah tiriku baik, tapi aku yang tidak terlalu baik. Sejak kecil aku hidup dalam seperti bola kasti yang dilempar ke segala arah, kadang ditangkap, kadang dilempar, kadang dipukul, kadang di cari, kadang dibiarkan. Sehingga aku merasa mati rasa dan selalu berfikir orang selalu menghina dan membullyku.. Aku begitu tidak suka dengan keadaanku, selalu ingin menyalahkan Tuhan, kenapa aku hidup seperti ini. Tapi ketika aku kecewa dengan apa yang ada di hidupku, ada orang yang selalu membuatku bertahan. Dia adalah nenek ku yang merawatku ketika aku ditinggal Ibuku. Aku tau, Ibu pergi menjadi TKW karna sakit hati dengan ayahku yang menikah kembali, bahkan bermain main dengan tetangga sendiri didalam rumah, meskipun ada Ibuku. Jika aku membayangkan itu semua, pasti berat menjadi Ibuku. Tapi kenapa aku menjadi korban?



To be continue

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APLIKASI BUAT EDIT FOTO INI TERNYATA GAMPANG BANGET CARA GUNAINNYA

Kisah Inspiratif "Aku, Zoom dan Tuhan"